Gadget
adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya
perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa
Indonesia, gadget disebut sebagai “acang”. Salah satu hal yang
membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur
“kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan
menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih
praktis.
Keuntungan-keuntungan kita mempunyai gadget yang praktis tentunya teramat sangat menolong kita disaat kita ingin melakukan komunikasi, atau mungkin mencari-cari informasi melalui internet. Dengan berkembangnya Gadget-gadget yang praktis, tidak sedikit pula di zaman sekarang ini yang mempunyai Gadget-gadget seperti smartphone, tablet, android, iphone, dll. dapat kita lihat pada zaman sekarang, banyak yang menyalahgunakan pula gadget-gadget tersebut. Gadget-gadget tersebut pun tidak hanya dapat memberikan keuntungan bagi kita semua, namun apabila kita tidak menggunakannya dengan baik akan memberikan dampak negatif untuk para penggunanya, misalnya: untuk mereka yang terbiasa chatting dengan menggunakan smartphone akan selalu terbiasa dengan gadgetnya bahkan bisa mengganggu saat belajar, dalam perjalanan, dll.
Berikut ini saya telah mewawancarai tentang arti peran Gadget (Cindy Febrina (19th)) :
1. Saya : Hai Cindy, bagaimana Ujian Nasionalnya?
Cindy : Sejauh ini masih berjalan dengan lancar, doakan saja Lulus Amin..
2. Saya : Iya Amin pasti di doakan, oiya boleh tanya-tanya soal gadget yang kamu punya saat ini?
Cindy : Oh boleh.. silahkan saja..
3. Saya : Kalau boleh tau gadget yang saat ini kamu punya apa aja cin?
Cindy : Saya punya handphone blackberry dan tablet juga ada.
4. Saya : Menurut kamu seberapa penting sih barang-barang itu?
Cindy : Menurut saya itu sangat penting dan sangat membantu saya :)
5. Saya : Terus apa kamu tidak autis dengan barang-barang itu? kan jaman sekarang bahasa gaulnya autis
kalau terlalu terpaku sekali dengan gadget-gadget yang kita punya hehe..
Cindy : Waduuuh, kalau dibilang autis.. yaaa autis sih, mungkin banget hahaha.
6. Saya : Menurut kamu nih cin, saat bepergian jauh lebih baik ketinggalan dompet atau barang-barang itu
sih?
Cindy : Saya lebih pilih ketinggalan dompet hehehe :D
7. Saya : Hahaha, kenapa begitu memangnya cin?
Cindy : Setidaknya saat ketinggalan dompet, handphone bisa kita gunakan untuk menelephone orang
terdekat untuk mengirimkan dompetnya hehehe.
8. Saya : Menurut kamu dampak positif dari gadget-gadget yang ada sekarang itu seperti apa?
Cindy : Yang pasti mempermudah komunikasi, membrowsing disaat yang kita butuhkan, dll.
9. Saya : Kalau menurut kamu dampak negatif dari gadget apa?
Cindy : Menurut saya dampak negatifnya yaaa bagi orang-orang yang terlalu terpaku atau autis terhadap
barang-barang ini yang pastinya akan selalu memainkan barang tersebut bahkan sampai tidak
memperdulikan hal-hal yang jauh lebih penting lagi, seperti belajar, membantu orang tua,
otomatis kalau sudah asik tidak akan memperdulikan yang lainnya. yang pasti tergantung dari
orangnya itu sendiri mempergunakannya.
10. Saya : Lalu menurut kamu, kamu itu tercandu lebih ke dampak positifnya atau negatifnya cin?
Cindy : mmm, mungkin dua-duanya hehe, positifnya sangat membantu saya, negatifnya yaaa
terkadang saya mengabaikan yang lain pada saat asik memainkan gadget-gadget saya hehehe.
11. Saya : Kalau menurut kamu bagaimana cara yang baik untuk tidak terlalu autis dengan barang-barang
itu?
Cindy : Yang pasti lawan pikiran saat pikiran kita ingin bermain atau lakukan hal yang membuat kita
sibuk dan tidak terpaku terhadap gadget :D
12. Saya : Apa kamu bisa lakukan apa yang barusan kamu sebutkan? :D
Cindy : Jujur mungkin susah hehe tapi masa mau begini terus mau tua autis emangnya hahaha
13. Saya : Lalu saat Ujian Nasional nih, apa kamu masih menggunakan gadget-gadget tersebut dengan
terus-menerus?
Cindy : yaaa engga dong, harus dikurangin untuk saat-saat seperti ini daripada menyesal akhirnya kan
hehe
14. Saya : Oke deh kalau begitu cin, sukses untuk Ujian Nasionalnya ya, semoga Lulus Amin :)
Cindy : Aminnnnn :)
15. Saya : Terima kasih yaaa sudah mau diwawancarai :D
Cindy : Oke, sama sama ya :D
Tuesday, April 16, 2013
Karangan (Tugas 2)
1. Pengertian karangan:
Karangan merupakan suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dapat dipahami.
2. A. Jenis-jenis karangan dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu:
B. Sifat-sifat dari karangan:
C. Bentuk dari karangan terdiri atas:
3. Ciri-ciri dari karangan ilmiah:
Karangan ilmiah merupakan Karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis menurut metodologi dan penulisan yang benar. Ciri-ciri karangan ilmiah adalah:
4. Ciri-ciri dari karangan ilmiah popular:
Karangan ilmiah popular adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karangan jenis semi ilmiah biasa dinamai ilmiah popular. Ciri-ciri karangan ilmiah popular :
SUMBER:
http://www.sarjanaku.com/2012/09/pengertian-karangan-serta-tujuan-dan.html
http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_6471.html
http://alfa-wardianto.blogspot.com/2012/10/karangan-ilmiah-pengertian-ciri-ciri.html
http://nasi99.wordpress.com/2011/04/15/macam-macam-karangan-dan-pengertiannya
Karangan merupakan suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dapat dipahami.
2. A. Jenis-jenis karangan dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu:
- Narasi adalah suatu bentuk karangan yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca tentang peristiwa pada suatu waktu. Ciri-ciri dari narasi adalah:
- Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas
- Terdapat unsur tokoh yang digambarkan mempunyai perwatakan yang jelas
- Terdapat alur cerita, setting dan konflik
- Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan wujud fisik suatu objek (Akhadiah, 1986). Bentuk fisik objek tersebut sesuai dengan pengamatan penulis. Ciri-ciri dari deskripsi adalah:
- Berhubungandengan panca indra
- Penggunaan objek didapat dengan pengamatan bentuk, warna serta keadaan objek secara langsung
- Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran
- Eksposisi adalah karangan yang dimaksudkan untuk memaparkan menerangkan dan menyampaikan suatu hal untuk menambah pengetahuan dan pandangan pembaca (Suparno, 2007). Ciri-ciri dari eksposisi adalah:
- Memberikan informasi kepada pembaca
- Adanya fakta dan informasi
- Berfungsi untuk memperjelas apa yang akan disampaikan
- Argumentasi adalah karangan yang membuktikan kebenaran suatu hal. Argumentasi berusaha meyakinkan pembaca tentang suatu kebenaran dengan memperkuat ide, dan pendapat penulis. Karangan ini bertujuan untuk mengubah dan mempengaruhi sikap dan pandangan pembaca. Menurut Anggarini (2006:102), dalam karangan argumentasi, ide dan pendapat penulis disertai bukti-bukti yang konkret. Ciri-ciri dari argumentasi adalah:
- Terdapat pernyataan, idea tau gagasan yang dikemukakan
- Pembenaran berdasarkan fakta dan data yang disampaikan
- Persuasi adalah karangan yang meyakinkan pembaca agar melakukan perintah, nasihat, atau ajakan penulis. Ciri-ciri dari karangan persuasi adalah:
- Terdapat himbauan atau ajakan
- Berusaha mempengaruhi pembaca
B. Sifat-sifat dari karangan:
- Karangan narasi bersifat non ilmiah, artinya tidak formal, dan bahasanya indah untuk menarik perhatian pembaca. Karangan ini bertujuan agar pembaca mengetahui secara runtun suatu peristiwa atau kejadian.
- Karangan argumentasi bersifat nonfiksi, logis, bahasanya baku, tidak ambigu, kalimatnya berbentuk kalimat tunggal. Ia bertujuan untuk pembuktian suatu kebenaran sehingga meyakinkan pembaca mengenai kebenaran itu, tapi bukan berarti mengajak orang lain untuk mengikuti opininya.
- Karangan eksposisi bersifat nonfiksi, logis, bahasanya baku, tidak ambigu dan objektif.
- Karangan persuasi bersifat nonfiksi, tidak ambigu, pendekatan psikologis.
- Karangan deskripsi bersifat non ilmiah, bahasanya indah, ambigu dan subjektif subjektif.
C. Bentuk dari karangan terdiri atas:
- Cerita atau NARASI adalah karangan yang berisi tentang rangkaian peristiwa yang susul-menyusul sehingga membentuk alur cerita.
- Lukisan atau DESKRIPSI adalah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengarkan hal tersebut.
- Paparan atau EKSPOSISI adalah karangan yang berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topic dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan.
- Bincangan atau ARGUMENTASI adalah karangan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data/fakta/konsep sebagai dasar/alasan/bukti.
3. Ciri-ciri dari karangan ilmiah:
Karangan ilmiah merupakan Karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis menurut metodologi dan penulisan yang benar. Ciri-ciri karangan ilmiah adalah:
- Sistematis.
- Objektif.
- Cermat, tepat, dan benar.
- Tidak persuasive.
- Tidak argumentative.
- Tidak emotif.
- Tidak mengejar keuntungan sendiri.
- Tidak melebih-lebihkan sesuatu.
4. Ciri-ciri dari karangan ilmiah popular:
Karangan ilmiah popular adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karangan jenis semi ilmiah biasa dinamai ilmiah popular. Ciri-ciri karangan ilmiah popular :
- Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
- Fakta yang disimpulkan subyektif.
- Gaya bahasa formal dan popular.
- Mementingkan diri penulis.
- Melebihkan-lebihkan sesuatu.
- Usulan-usulan bersifat argumentative dan bersifat persuasif.
SUMBER:
http://www.sarjanaku.com/2012/09/pengertian-karangan-serta-tujuan-dan.html
http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_6471.html
http://alfa-wardianto.blogspot.com/2012/10/karangan-ilmiah-pengertian-ciri-ciri.html
http://nasi99.wordpress.com/2011/04/15/macam-macam-karangan-dan-pengertiannya
Saturday, March 30, 2013
PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi–proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui
atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang
sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam
penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Penalaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
Ciri-ciri Paragraf Induktif adalah sebagai berikut:
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
- Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
- Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
- Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
- Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua
proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah
rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya
dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
KESIMPULAN:
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Penalaran dibagi menjadi dua, yaitu Penalaran Induktif dan Penalaran Deduktif. Penalaran Induktif merupakan proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum, sementara Penalaran Deduktif merupakan proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.
Penalaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
- INDUKTIF
Ciri-ciri Paragraf Induktif adalah sebagai berikut:
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
- Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
- Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
- Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
- Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Contoh: - Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
- Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
kesimpulan : Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
- DEDUKTIF
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua
proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah
rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
b. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya
dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
KESIMPULAN:
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Penalaran dibagi menjadi dua, yaitu Penalaran Induktif dan Penalaran Deduktif. Penalaran Induktif merupakan proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum, sementara Penalaran Deduktif merupakan proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.
Wednesday, January 9, 2013
Rasa Bersyukur
Bersyukur? adalah hal yang harus selalu kita lakukan dalam menghadapi apapun, dengan bersyukur kita dapat mempelajari dan memaknai setiap hal yang sulit maupun tidak sulit yang sedang kita hadapi, bersyukur pun tidak harus selalu dalam hal yang sedang senang saja, namun saat sedih, kehilangan kita juga harus selalu bersyukur, karena dengan adanya masalah tersebut, kita dapat mengerti arti dari rasa beruntung, dan dalam hal senang bersyukurlah karena kita masih dapat merasakan hal indah tersebut.
Begitupula juga saat kita sedang merasa jatuh, jangan pernah lupa dua kunci yang harus selalu kita lakukan, yaitu dengan selalu bersabar dan bersyukur, dengan dua kunci itu Tuhan pasti akan menjanjikan kenikmatan setelah apa yang telah kita alami.
Jangan pernah merasa bahwa yang kamu alami merupakan hal terberat atau mungkin merasa bahwa kamu tidak seberuntung oranglain, perbanyaklah bersyukur berdoa dan bersabar, maka Tuhan akan mempermudah segalanya. kehidupan seperti roda yang selalu berputar, terkarang berada di atas, namun tidak selalu diatas, begitu pula yang di bawah tidak akan selalu berada dibawah. itulah guna dari rasa bersyukur, untuk mensyukuri apa yang telah kita hadapi dan apa yang telah kita dapat.
Begitupula juga saat kita sedang merasa jatuh, jangan pernah lupa dua kunci yang harus selalu kita lakukan, yaitu dengan selalu bersabar dan bersyukur, dengan dua kunci itu Tuhan pasti akan menjanjikan kenikmatan setelah apa yang telah kita alami.
Jangan pernah merasa bahwa yang kamu alami merupakan hal terberat atau mungkin merasa bahwa kamu tidak seberuntung oranglain, perbanyaklah bersyukur berdoa dan bersabar, maka Tuhan akan mempermudah segalanya. kehidupan seperti roda yang selalu berputar, terkarang berada di atas, namun tidak selalu diatas, begitu pula yang di bawah tidak akan selalu berada dibawah. itulah guna dari rasa bersyukur, untuk mensyukuri apa yang telah kita hadapi dan apa yang telah kita dapat.
Susah Tidur atau Insomnia
Susah tidur atau insomnia banyak dialami oleh anak-anak remaja atau dewasa, hal tersebut dikarenakan pola tidur yang berantakan. mereka yang tidak bisa tidur bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa tidur, hal tersebut jelas menyiksa dan menggantu kinerja tubuh sang penderita, hal tersebut pun dapat menyebabkan sang penderita terlihat pucat, lemas dan kurang bersemangat.
Penyebab dari susah tidur atau insomnia tersebut biasanya dikarenakan depresi, stres, tubuh yang kurang sehat, jam kerja yang ketat dan menunda rasa kantuk.
Cara mengatasi susah tidur atau insomnia adalah sebagai berikut ini: Melakukan olahraga teratur, Menghindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur, Tidur dalam lingkungan yang nyaman, Mengurangi konsumsi minuman yang bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi, alkohol dan rokok, berhenti menonton TV, membaca buku, setidaknya sejam sebelum tidur, Menjernihkan pikiran atau mengkosongkan pikiran menjelang tidur, Tidur dan bangun dalam periode waktu yang teratur setiap hari.
Percaya Diri
Percaya Diri, yang biasa anak muda jaman sekarang sebut dengan sebutan "PD", banyak orang yang jarang mempunyai kepercayaan untuk dirinya sendiri, seperti saya terkadang percaya diri saya hilang saat saya merasa ada yang kurang dari diri saya, begitu juga mungkin dengan orang lain, ada yang merasa kehilangan percaya dirinya dan ada juga yang merasa terlalu percaya diri dalam menjalankan apapun. setelah itu saya mencoba mencari pengertian dari percaya diri, percaya diri adalah kondisi mental atau
psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk
berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri
memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena
itu sering menutup diri.
Akibat Kurang Percaya Diri
Ketika ini dikaitkan dengan praktek
hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan diri rendah atau
telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap sebagai
berikut :
a. Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh sungguh.
b. Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang)
c. Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan
d. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah
e. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal)
f. Canggung dalam menghadapi orang
g. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan
h. Sering memiliki harapan yang tidak realistis
i. Terlalu perfeksionis
j. Terlalu sensitif (perasa)
b. Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang)
c. Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan
d. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah
e. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal)
f. Canggung dalam menghadapi orang
g. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan
h. Sering memiliki harapan yang tidak realistis
i. Terlalu perfeksionis
j. Terlalu sensitif (perasa)
disini saya ingin menambahkan cara meningkatkan rasa percaya diri kita menurut saya, mungkin yang pertama dengan Percaya kepada Tuhan YME, dengan begitu kita akan merasa bahwa Tuhan telah menciptakan manusia sama dengan manusia lainnya. kedua mungkin dengan cara Tersenyum, dengan mengawali hari dengan senyuman maka kita akan merasa percaya diri, lalu mungkin dengan cara Tampillan serapih mungkin, dengan tampilan yang rapih dan membuat kita nyaman maka hal tersebut akan meninggkatkan rasa percaya diri kita. mungkin hal-hal tersebut dapat menambah rasa percaya diri :)
KEBEBASAN
Menurut kalian arti kebebasan itu apa? yang pasti setiap orang memaknai kata tersebut pasti berbeda-beda. menurut saya kebebasan itu adalah dapat menjalankan hak sesuai dengan yang kita inginkan, namun selagi hak tersebut tidak melanggar aturan hehe. tapi kebebasan yang saya sukai adalah dengan dapat menghirup udara segar, melihat pegunungan, pohon-pohon hijau, air terjun, atau bahkan pantai atau laut. menurut saya itu merupakan kebebasan dari surganya dunia ini. terkadang banyak manusia yang senang berlibur keluar negri tanpa berfikir bahwa di negara kita ini masih banyak tempat wisata yang lebih indah dari negara lain bahkan belum tentu negara lain memilikinya. begitulah kebebasan menurut saya, atau mungkin kebebasan menikmati hidup hehe. itulah cara yang paling tepat menurut saya kebebasan yang dapat menghilangkan beban dan penat ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)