CYNTHIA OCTAVIANTI

Thursday, January 3, 2013

Penyakit Lambung atau Maag

          Saya adalah salah satu orang yang mempunyai penyakit lambung atau maag, entah bisa dibilang akut atau tidak, namun pada saat penyakit ini kambuh rasa sakitnya sampai ke hati, setelah itu saat mencari di google tentang penyakit maag dan faktor penyebab timbulnya penyakit tersebut.
          Penyakit Maag atau biasa dikenal dengan nama gastritis, merupakan penyakit pada lambung yang disebabkan karena meningkatnya kadar asam lambung. Peningkatan kadar asam lambung yang berlangsung lama akan berisiko pada terjadinya radang lambung, sehingga penderita akan mengalami rasa sakit yang hebat pada lambung dan ulu hati yang biasanya disertai dengan rasa mulas dan perih pada bagian perut.
          Pada dasarnya penyakit maag kronis akan kambuh kembali apabila penderita tidak memperhatikan pola makan yang sehat. Selain itu bahaya dari penyakit maag kronis juga mengakibatkan beberapa penyakit lain yang mengikutinya. Kadang obat-obat yang dijual di pasaran hanya bisa mengurangi asam lambung dan sifatnya cuma menetralkan asam lambung sementara. Dan jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama maka akan mengganggu kinerja ginjal.
           Bahaya penyakit maag kronis juga dapat mengakibatkan penyakit kanker pada lambung, Ahli kesehatan mengatakan bahwa salah satu penyebab penyakit kanker lambung adalah maag akut.   

Faktor Penyebab Timbulnya Penyakit Maag

  • Pola makan yang tidak teratur.
  • Gaya hidup yang tidak sehat.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak. Lemak dapat merangsang produksi asam lambung.
  • Stres, kelelahan, dan tekanan emosional yang berlebihan.
  • Merokok.
  • Sering begadang, kurang tidur dan insomnia.
  • Kecanduan kopi yang berlebihan.
  • Kecanduan minuman yang mengandung alkohol.
  • Mengkonsumsi obat-obat tertentu dalam jangka waktu lama, seperti aspirin.
  • Bakteri, mikroorganisme yang merugikan (Helycobacter pylori), karena mengeluarkan zat yang merangsang produksi asam lambung. 

Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi

             Sistem merupakan kumpulan dari sub-sub sistem, elemen-elemen, prosedur-prosedur yang saling berinteraksi, berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu seperti informasi, target, dan tujuan lainnya. sedangkan Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi pengguna dan mempunyai nilai yang nyata atau dapat dirasakan manfaatnya dalam keputusan-keputusan yang akan datang.
             Menurut Tafri D. Muhyuzir Sistem Informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. Atau dalam pengertian lainnya, Sistem Informasi merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang  membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.
              Perkembangan Sistem Informasi meliputi Sistem Informasi Tradisional yaitu suatu sistem informasi yang dioperasikan dan dikelola secara semi-manual. SI beroperasi secara lambat sehingga pengambilan keputusan sering berdasarkan data asumsi/perkiraan. lalu Sistem Informasi Berbasis Komputer yaitu Penggunaan teknologi komputer untuk mendukung penciptaan SI sehingga waktu  menghasilkan informasi lebih singkat dengan tingkat keakuratan yang tinggi, dan mengurangi birokrasi. lalu Sistem Informasi Berbasis Jaringan Perkantoran yaitu sistem informasi dengan jaringan komputer perkantoran untuk membuka sejumlah tempat transaksi, dan laporan dapat diperoleh secara on-line. dan Sistem Informasi Lintas Platform yaitu sistem informasi dengan teknologi internet yang dapat menghubungkan komputer di seluruh dunia untuk kegiatan bisnis, dikenal dengan istilah e-Business.
               Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu: Mengumpulkan data, mengelompokkan data, menghitung, menganalisa dan menyajikan laporan.

Friday, October 26, 2012

Cerita Pendek (NON BAKU)

suatu hari gue sama keluarga gue pergi ke kota ciater (pemandian air panas), disana gue dan keluarga gue mau liburan, sampe sana gue dan keluarga gue mencari tempat buat nginep, setelah nyari2 akhirnya kita dapet juga. dengan 1 kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi yang ada air panas nya. abis naro barang dikamar, kita jalan2 di dalam area penginapannya, disana ada, kolam air panas, air terjun dan banyak lagi permainan. saat muter2 gue nyokap dan adek ingin berendam sebentar di kolam air panas, setelah selesai kita berganti baju dan nyoba2 permainan lain. pas malem hari anginnya dingin banget loh tapi kebayar setelah gue berendem di kamar mandi dengan air panas. setelah seharian bermain gue sama keluarga gue tidur, dan besok paginya kita semua pulang.


Cerita Pendek (BAKU)

Suatu hari saya dan keluarga saya pergi ke kota Ciater (Pemandian Air Panas), disana saya dan keluarga saya ingin berlibur, sesampainya kami di Ciater, kami mencari tempat untuk menginap, setelah mencari-cari akhirnya kami mendapatkan tempat untuk meninap. Dengan 1 kamar tidur, ruang tamu beserta kamar mandi yang disertai dengan kolam air panas. Setelah selesai menaruh barang-barang di kamar, kami berjalan mengitari area tempat penginapan kami, disana terdapat kolam air panas, air terjun, dan berbagai macam permainan. Pada saat saya, mama dan adik saya berjalan-jalan, kami ingin berendam di kolam air panas, setelah selesai kami mengganti baju kami dan menikmati permainan lainnya, pada malam hari udara disana terasa dingin sekali namun terbayar setelah saya berendam di kamar mandi dengan air panas, setelah bermain-main saya dan keluarga saya beristirahat dan setelah matahari terbit kembali kami sekeluarga pulang dan mengakhiri liburan kami.


Membuat Garis
(Grafik Komp dan Pengolahan Citra)

Nama : Cynthia Octavianti
Kelas : 3KA25
Npm  : 11110640


DIAGONAL


glClearColor (0.9f, 0.1f, 0.1f, 1.2f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);

glPushMatrix ();
glClearColor(1,1,1,0);
glColor3f(1,1,1); // 

glBegin(GL_LINES); 
glVertex3f(0,0,-0.0); 
glVertex3f(0.9,0.9,0.0); 
///////////////////////////////// 

glEnd (); 
glPopMatrix (); 

SwapBuffers (hDC); 
Sleep (1); 



KETERANGAN:

-  glClearColor (0.9f, 0.1f, 0.1f, 1.2f); adalah sebagai perintah untuk memilih atau menampilkan warna

-  glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); adalah perintah sebagai pembersih untuk layar belakang

-  glPushMatrix (); adalah perintah membuat baris kode sehingga pada bagian luar tidak berlaku 

-  glClearColor(1,1,1,0); adalah penentu warna untuk garis/titik

-  glColor3f(1,1,1); // adalah penentu warna garis/titik sama seperti glClearColor(1,1,1,0);

-  glBegin(GL_LINES); adalah pembentuk garis pada titik yang telah kita tentukan

-  glVertex3f(0,0,-0.0); adalah sebagai penentu titik awal yang akan digunakan

-  glVertex3f(0.9,0.9,0.0); adalah sebagai penentu titik akhir yang akan digunakan

-  /////////////////////////////////

-  glEnd (); adalah akhir dari gambar garis dari titik

-  glPopMatrix (); adalah untuk membuat baris kode untuk tidak berlakunya bagian luar 

-  SwapBuffers (hDC); adalah sebagai penukar bagian belakang buffer menjadi buffer layar

-  Sleep(1); untuk mengakhiri program tersebut

-  } adalah tanda untuk mengakhiri sebuah program

-  } adalah tanda untuk mengakhiri sebuah program

Output: 



VERTIKAL



glClearColor (0.9f, 0.1f, 0.1f, 1.2f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); 

glPushMatrix ();
glClearColor(1,1,1,0);
glColor3f(1,1,1); // 

glBegin(GL_LINES); 
glVertex3f(0,0,-0.0); 
glVertex3f(0.0,0.130,0.0); 
///////////////////////////////// 

glEnd (); 
glPopMatrix (); 

SwapBuffers (hDC); 
Sleep (1); 




KETERANGAN:

-  glClearColor (0.9f, 0.1f, 0.1f, 1.2f); adalah sebagai perintah untuk memilih atau menampilkan warna 

-  glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); adalah perintah sebagai pembersih untuk layar belakang

-  glPushMatrix (); adalah perintah membuat baris kode sehingga pada bagian luar tidak berlaku

-  glClearColor(1,1,1,0); adalah penentu warna untuk garis/titik

-  glColor3f(1,1,1); // adalah penentu warna garis/titik sama seperti glClearColor(1,1,1,0);

-  glBegin(GL_LINES); adalah pembentuk garis pada titik yang telah kita tentukan

-  glVertex3f(0,0,-0.0); adalah sebagai penentu titik awal yang akan digunakan

-  glVertex3f(0.0,130.0,0.0); adalah sebagai penentu titik akhir yang akan digunakan

-  /////////////////////////////////

-  glEnd (); adalah akhir dari gambar garis dari titik

-  glPopMatrix (); adalah untuk membuat baris kode untuk tidak berlakunya bagian luar 

-  SwapBuffers (hDC); adalah sebagai penukar bagian belakang buffer menjadi buffer layar

-  Sleep(1); untuk mengakhiri program tersebut

-  } adalah tanda untuk mengakhiri sebuah program

-  } adalah tanda untuk mengakhiri sebuah program

Output:




HORIZHONTAL



glClearColor (0.9f, 0.1f, 0.1f, 1.2f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); 

glPushMatrix ();
glClearColor(1,1,1,0);
glColor3f(1,1,1); // 

glBegin(GL_LINES); 
glVertex3f(0,0,-0.0); 
glVertex3f(0.9,0.0,0.0); 
///////////////////////////////// 

glEnd (); 
glPopMatrix (); 

SwapBuffers (hDC); 
Sleep (1); 




KETERANGAN:


-  glClearColor (0.9f, 0.1f, 0.1f, 1.2f); adalah perintah untuk memilih atau menampilkan warna 

-  glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT); adalah sebagai pembersih untuk layar belakang

-  glPushMatrix (); adalah perintah membuat baris kode sehingga pada bagian luar tidak berlaku

-  glClearColor(1,1,1,0); adalah penentu warna untuk garis/titik

-  glColor3f(1,1,1); // adalah penentu warna garis/titik sama seperti glClearColor(1,1,1,0);

-  glBegin(GL_LINES); adalah pembentuk garis pada titik yang telah kita tentukan

-  glVertex3f(0,0,-0.0); adalah sebagai penentu titik awal yang akan digunakan

-  glVertex3f(0.9,0.0,0.0); adalah sebagai penentu titik akhir yang akan digunakan

-  /////////////////////////////////

-  glEnd (); adalah akhir dari gambar garis dari titik

-  glPopMatrix (); adalah untuk membuat baris kode untuk tidak berlakunya bagian luar 

-  SwapBuffers (hDC); adalah sebagai penukar bagian belakang buffer menjadi buffer layar

-  Sleep(1); untuk mengakhiri program tersebut

-  } adalah tanda untuk mengakhiri sebuah program

-  } adalah tanda untuk mengakhiri sebuah program

Output:


Thursday, October 18, 2012

Sepak Terjang Bahasa Indonesia di Luar Negeri

Mungkinkah bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi ASEAN ?  Akhir tahun 2010, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia secara terbuka mengusulkan agar bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa resmi ASEAN. Setahun sebelumnya, delegasi DPR RI juga telah mengutarakan usul serupa. Indonesia pun secara resmi telah mengusulkan amandemen statuta ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) agar bahasa Indonesia masuk dalam bahasa kerja AIPA, tentu saja selain Bahasa Inggris. Penggunaan bahasa Indonesia ini dianggap efektif karena setidaknya dapat dimengerti oleh empat negara anggota ASEAN. Di lain pihak, pada bulan Desember 2007 Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City Vietnam dengan terang-terangan mendeklarasikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua mereka setelah Bahasa Vietnam, dan disetarakan dengan bahasa resmi lain seperti Jepang, Inggris, dan Prancis. Jadilah Vietnam sebagai anggota ASEAN pertama yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua di negaranya sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan

Bahasa Indonesia juga mendunia di dunia maya, buktinya wikipedia berbahasa Indonesia telah menduduki  peringkat 26 dari 250 wikipedia berbahasa asing di dunia dan peringkat 3 di asia setelah bahasa Jepang dan Mandarin, selain itu bahasa Indonesia menjadi bahasa 3 yang paling banyak digunakan dalam posting postingan di wordpress.


Perlu kita akui, Bahasa Indonesia memang semakin diminati warga dunia. di Australia, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling populer keempat. ada sekitar 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia disana (187 diantaranya berada di Australia Barat), dan biasanya Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. belum lagi jumlah perguruan tinggi yang menyediakan jurusan bahasa atau sastra indonesia, membuat Australia menjadi salah satu negara yang paling intens mengembangkan bahasa Indonesia. jadi tak heran bila di Australia kita menemukan anak – anak SD yang bisa menyapa kita dengan sapaan khas orang Indonesia ‘Selamat pagi, apa kabar?’ Sementara itu di benua Afrika, Mesir tercatat sebagai negara yang paling utama mengembangkan bahasa Indonesia. di negara yang paling pertama mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia itu baru saja dibangun Pusat Studi Indonesia. Pusat Studi ini ada di Suez Canal University, dan merupakan langkah awal untuk lebih mendalami Indonesia dari semua aspek, mencakup ideologi, politik, sosial dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya.Terbang jauh ke benua Eropa, ada Italia yang juga memiliki minat mendalam terhadap bahasa Indonesia. hal ini dapat dilihat dari jumlah klub sepakbola asal negara tersebut yang telah meluncurkan situs resmi mereka dalam bahasa tanah air yang disebut – sebut sebagai bahasa tersulit ke – 3 di Asia ini. sejauh ini ada tiga klub Italia yang memiliki situs dalam bahasa Indonesia yaitu Juventus, Intermilan, dan AC Milan. Di benua Asia kita menemukan Jepang yang terbilang sebagai negara yang juga intens mendalami bahasa Indonesia. di negara matahari terbit ini telah lama didirikan pusat-pusat studi Indonesia. Salah satunya yang didirikan oleh Nihon-Indonesia Gakkai atau Perhimpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang tahun 1969. anggota organisasi ini terdiri dari kalangan akademisi Jepang yang mengajar bahasa dan berbagai aspek tentang Indonesia di berbagai Universitas di Jepang. Sejak tahun 1992 organisasi ini mulai melakukan ujian kemampuan Bahasa Indonesia. Hingga kini tercatat lebih dari 12.500 peserta yang telah mengikuti tes kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai level atau tingkatan. Selain itu, Vietnam juga merupakan negara yang menghargai bahasa Indonesia. di Vietnam, posisi bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang sebagai bahasa resmi yang diprioritaskan. Bahkan sejak akhir 2007, pemerintah daerah Ho Chi Minh City menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua setelah bahasa Vietnam, menempatkan Vietnam sebagai negara kedua setelah Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. 
Kepopuleran bahasa Indonesia pada skala internasional dapat juga dilihat dari berbagai situs terkemuka seperti Facebook dan WordPress. di Facebook, bahasa Indonesia berada di peringkat ke 5 bahasa yang paling populer digunakan. sementara itu di situs blogging WordPress, Bahasa Indonesia adalah bahasa terbesar ketiga setelah Inggris dan Spanyol. hal ini membujuk beberapa situs terkenal lain untuk turut mengeluarkan situs mereka dalam bahasa Indonesia seperti Twitter dan Linkedin. 
Jadi, berbanggalah selalu terhadap bahasa Indonesia karena melihat kenyataannya, bukan hanya mimpi bila suatu saat Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa internasional.



Interaksi Manusia dan Komputer

Nama : Cynthia Octavianti
Kelas  : 3ka25
Npm   : 11110640



Prinsip Usability merupakan suatu masalah optimasi penggunaan sistem oleh pengguna. Sistem akan bekerja dengan baik apabila dipergunakan secara maksimal oleh pengguna sehingga semua kemampuan sistem dapat termanfaatkan secara maksimal. Didalam Prinsip Usability terdapat hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya:

1. Human Abilities  
* BAIK 
- Kapasitas Long Term Memory (LTM) tidak terbatas
- Durasi LTM tidak terbatas dan komplex 
- Kemampuan memahami tinggi 
- Mekanisme konsentrasi powerful 
- Pengenalan pola pikir powerful 

* BURUK 
- Kapasitas Short Term Memory (STM) terbatas 
- Durasi STM terbatas
- Akses yang tidak dapat diandalkan pada STM 
- Proses yang cenderung salah 
- Proses yang lambat 

2. Human Capabilities
Faktor manusia ini harus diperhatikan, karena dari sinilah desain yang lebih baik didapatkan.
User perlu mengetahui hal-hal berikut dalam merancang : 
i. Penginderaan / Panca indra (Mata, Telinga, Peraba)
ii. Proses informasi
iii. Sistem Motor 

i.a. PENGLIHATAN / INDRA MATA (VISION) 
Konsep penglihatan terdiri dari dua tahap :
- Penerimaan stimulus dari luar secara fisik 
- Pemrosesan serta interpretasi dari stimulus tersebut 

A. Kemampuan Penglihatan 
Sensivitas 
- Luminance : jumlah cahaya yang dipantulkan oleh permukaan objek, dengan ukuran 10-6 – 107 mL 


Ketajaman 
- Visual acuity : kemampuan manusia melihat objek secara detail 
- Sudut pandang (visual angle) : besarnya ruang pandang yang digunakan objek → derajat (degree) / minutes of arc → 1 derajat = 60 minutes of arc 

Pergerakan  
- Pola visual dari kata direkam → di-dekoding menurut representasi bahasa → pemrosesan bahasa meliputi analisis sintaks dan semantik terhadap frase dan kalimat 
- Mata bergerak terhadap teks → regression 
 Kemampuan membaca akan berkurang atau menurun karena usia. 

B. Warna 
- Warna dikaitkan dengan hue, intensitas, dan saturation 
- Hue → panjang gelombang spektrum cahaya 
- Intensitas → brightness dari warna 
- Saturation → jumlah / kadar putih (whiteness) dalam warna 
- Masalah persepsi warna pada cones (sel pada selaput retina yang sensitif terhadap warna) dan ganglion (simpul syaraf) 
- 380 (blue) ~ 770nm (red) 
- Radiasi dalam spektrum (panjang gelombang cahaya) adalah 400 – 700 nm 

i.b. PENDENGARAN (HEARING) 
 -Sistem auditory memiliki kapasitas sangat besar untuk mengumpulkan informasi lingkungan sekitar.  
-Dapat mendengar objek apa saja yang ada di sekitar dan memperkirakan kemana objek tersebut akan berpindah
- Pemrosesan suara  

Suara memiliki beberapa karakteristik, yaitu : 
- Pitch : frekuensi suara (20 – 20.000 HZ) 
- Loudness : amplitudo suara (30 – 100dB) 
- Timbre : tipe atau jenis suara Sistem auditory melakukan filtering suara → kita mengabaikan suara background dan berkonsentrasi pada informasi yang penting 
i.c. PERABA (TOUCH)
Manusia menerima stimuli melalui kulit. Kulit memiliki tiga jenis sensor penerima (sensory receptor), yaitu : 
ü Thermoceptor → merespon panas / dingin 
ü Nociceptor → merespon pada tekanan yang intens, rasa sakit 
ü Mechanoceptor → merespon pada tekanan IMK 

Keyboard bisa dikaitkan dengan posisi-posisi bentuk tombol, juga pengoperasian yang memerlukan penekanan, ada yang berat atau malah terlalu ringan. 

 ii. PROSES INFORMASI 
 Proses informasi pada manusia terdiri dari 3 sistem utama : 
1. Perseptual - Menangani sensor dari luar - Sebagai buffer untuk menampung masukkan yang diterima dari indera manusia - Diproses (diterima) untuk diteruskan ke otak (memori) 
2. Kognitif : memproses hubungan keduanya 
3. Sistem Motor : mengontrol aksi / respon (pergerakan, kecepatan, kekuatan)  

3. Memori
- Memori menyimpan pengetahuan faktual dan pengetahuan prosedural. 
- Terdapat 4 tipe memori : 
1. Perceptual Buffer (Memori Sensor) 
- Terbatas kapasitasnya. 
- Informasi yang masuk melalui indera tidak semua dapat diproses.

2. Short Term Memory (STM) 
- Memori kerja menyimpan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang singkat / sementara pada saat kita sedang melakukan pekerjaan. 
- Dapat diakses dengan cepat, namun berkurang secara cepat pula
- Metode digunakan untuk mengukur kapasitas, yaitu berdasarkan : 

a. Panjang suatu deret (sequence) yang dapat diingat secara terurut. 
b. Kemampuan mengingat kembali item-item secara acak. 

Untuk mengukur berdasarkan metode yang pertama : 
0      7      1      6      7      6      9      1      5      3 
      -G.A. Miller : 7 +/- 2 ( dari 5 hingga 9) digit 
0   7   1  –   6   7   6  –   9   1   5   3  telepon 
 (area)        (distrik)         (nomor) 

         Kelompok-kelompok digit = Chunk 
HEC ATR ANU PTH ETR EET – sekumpulan chunk 
Informasinya : dengan memindah karakter akhir ke posisi awal, urutan tersebut akan mudah direcall.

THE CAT RAN UPT HET REE → THE CAT RAN UP THE TREE 
Bentuk yang sukses dari chunk dikenal dengan CLOSURE. Proses ini digeneralisasi ke penyelesaian tugas yang ada di STM. Jika subjek gagal untuk melakukan atau ada interferensi maka subjek akan kehilangan jejak dari apa yang telah dikerjakannya dan terjadi kesalahan. 
Untuk mengukur kemampuan untuk mengingat item secara acak → lebih mudah mengingat item yang baru ( recency effect) 
3. Intermediate 
Menyimpan untuk ke LTM 
4. Long Term Memory (LTM) 
 - Penyimpanan utama untuk informasi faktual, pengetahuan berdasarkan eksperimen / pengalaman, aturan-aturan prosedur, tingkah laku, dsb. 
 - Kapasitasnya lebih besar, waktu akses yang lebih lambat, serta proses hilangnya informasi lebih lambat. 

Terdapat dua jenis LTM : 
a. Memori Episodik : menyimpan “data” kejadian atau pengalaman dalam bentuk serial menurut waktu. 
b. Memori Semantik : menyimpan record-record fakta, konsep, keahliaan (skills) serta informasi lain yang diperoleh selama hidup dengan terstruktur.
Pemrosesan Memori Jangka Panjang 

Aktivitas : 
 - Menyimpan atau mengingat informasi 
 - Menghilangkan atau melupakan informasi 
 - Memanggil kembali informasi

- Tersimpan karena pengulangan (rehearsal) 
- Ebbinghaus → jumlah yang dipelajari berbanding lurus dengan waktu mempelajarinya = total time hypothesis 
- Proses melupakan informasi : decay → karena sudah lama berada di LTM sehingga lambat laun akan terlupakan + interference → karena adanya informasi baru yang lama terlupakan. 
- Proses memanggil kembali informasi : recall → memanggil kembali secara langsung informasi + recognition → presentasi sejumlah pengetahuan (knowledge) yang terkait sebagai petunjuk. 

4. Observasi
- Orang lebih fokus untuk menyelesaikan masalah, tidak untuk belajar menggunakan suatu sistem secara efektif. 
- Orang menggunakan perbandingan jika tidak ada penyelesaian. 
- Orang lebih kepada heuristic daripada algorithmic 

      - Lebih mencoba coba-coba daripada pemikiran matang 
      - Orang lebih memilih sub-strategi untuk masalah yang tidak terlalu penting. 
      - Orang belajar strategi lebih baik dengan latihan 

5. Penyelesaian Masalah 
- Setelah penyimpanan di LTM, kemudian diaplikasikan 
- Penalaran (Reasoning) : proses pengambilan kesimpulan mengenai sesuatu atau hal baru dengan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. 

Reasoning terdiri dari : 
- Deduktif 
- Menarik kesimpulan secara logika dari premis yang diberikan 
- Jika A, maka B 
- Sangat buruk untuk mengkonfirmasikan validitas dan kebenaran 
Contoh :
If it is Friday then she will go to work 
It if Fridy Therefore she will go to work 
If it raining then the ground is dry 
It is raining 
Therefore the ground is dry 

Induktif 
 - Men-generalisasi dari kasus sebelumnya untuk belajar tentang hal baru 
 - Meskipun induksi mungkin tidak dapat diandalkan namun merupakan proses yang berguna 
 - Induksi mengakibatkan manusia senantiasa belajar mengenai lingkungan 

Abduktif 
 - Penalaran dari sebuah fakta ke aksi atau kondisi yang mengakibatkan fakta tersebut terjadi 
 - Metode ini digunakan untuk menjelaskan event yang kita amati 
 -Mungkin tidak dapat diandalkan, namun manusia seringkali menerangkan sesuatu hal dengan cara seperti ini, dan mempertahankan hingga ada bukti lain yang mendukung penjelasan atau teori alternatif

Tuesday, May 1, 2012

Teori organisasi umum 2 (Tugas 3)

A. Pengertian dan Konsep Pendapatan 

Pendapatan Nasional 
Pendapatan Nasional adalah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu atau secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu. produk nasional dikelompokkan menjadi Gross Domestic Product (GDP) dan Gross National Product (GNP). Dari kedua konsep tersebut melahirkan konsepGross Domestic Regional Product (GDRP), Net National Product (NNP), Net National Income(NNI),Personal Income (PI), dan Disposable Income (DI).

Konsep Pendapatan Nasional 
Produk Domestik Bruto (PDB)/Gross Domestic Product (GDP) Produk Domestik Bruto (PDB) atau dalam bahasa inggris Gross Domestic Product adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksi oleh faktor- faktor produksi milik warga negara, negara tersebut dan warga negara asing yang tinggal di negara tersebut dalam periode waktu tertentu (biasanya satu tahun). GDP merupakan nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan, penjumlahan nilai tambah, dan penjumlahan pendapatan di dalam perekonomian selama periode waktu tertentu. GDP juga merupakan penjumlahan nilai konsumsi (C), investasi (I), pembelian barang & jasa oleh pemerintah (G) dan ekspor neto atau nilai ekspor setelah dikurangi nilai impor (X-M). Peningkatan/pertumbuhan GDP akan meningkatkan pula pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan GDP, dapat pengaruhi oleh : 
a. Perubahan ketersediaan sumber daya 
b. Peningkatan produktifitas GDP dapat diukur dalam 2(dua) cara, yaitu sebagai Totalnilai dari aliran produk akhir dan Total biaya atau penghasilan input yang digunakan untuk memproduksi output Karena profit/Laba merupakan konsep residu/sisa, maka kedua cara tersebut menghasilkan total GDP yang sama. 
c. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)/ Gross Domestic Regional Product (GDRP) PDRB adalah jumlah keseluruhan dari nilai bruto yang berhasil diciptakan oleh seluruh kegiatan ekonomi yang berada pada suatu wilayah selama periode tertentu. Misalnya PDRB DKI Jakarta, PDRB Jawa Barat, dan PDRB Aceh
d. Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross National Product (GNP) Produk Nasional Bruto (PNB) atau yang dalam bahasa inggris Gross National Product (GNP) adalah nilai barang-barang dan jasa-jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanya barang- barang dan jasa-jasa yang diproduksi atau dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang dihasilkan warga negara sendiri baik yang berada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri selama suatu periode (biasanya satu tahun).

B. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Ada tiga cara penghitungan pendapatan nasional, yaitu:

1) Metode Output (Output Approach) Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor. Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. 

2) Metode Pendapatan (Income Approach) Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN).

3) Metode Pengeluaran (Expenditure Approach) Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian:
A) Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption) Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable goods).
B) Konsumsi Pemerintah (Government Consumption) Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.
C) Pembentukan Modal Tetal Domestik Bruto (Investment Expenditure) Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi.
D) Ekspor Neto (Net Export) Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).

C. Masalah dan Keterbatasan Pendapatan Bruto Nasional Manfaat dan Keterbatasan

Perhitungan PDB 

A). Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800. Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah. Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan. Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik, tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.

B). Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan. Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin. Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.

C). PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
1) Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
2) Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
3) Faktor-faktor nonekonomi : Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.

D). Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi) Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar. Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.